Korban Penyakit DBD Terus Bertambah Di Sumba Timur, YASALTI Gelar Sosialsi Dan Praktek PHBS

Korban penyakit yang disebabkan oleh demam berdarah (DBD) di Kabupaten Sumba Timur terus mengalami peningkatan, diakhir tahun tahun 2018 tercatat sudah ada 2 orang korban penyakit DBD yang kehilangan nyawanya. Kepala Dinas kesehatan Sumba Timur Dokter Chrisnawan Tri Haryantana saat diwawancarai oleh media onlie pos Kupang menuturkan berdasarkan data yang dipegang pihaknya kasus DBD dari Januari sampai sekarang pada tahun 2018 sebanyak 114 kasus pasien yang terkena DBD. Sementara pada tahun 2017 lalu kasus DBD sebanyak 138 kasus. Dikatakan Chrisnawan dari kasus DBD pada tahun 2017 lalu yang meninggal dunia berjumlah 1 orang, sedangkan pada tahun 2018 dari 114 kasus yang meninggal dunia sebanyak 2 orang.

Dari data yang ada di atas, peningkatan jumlah korban meninggal penyakit DBD semakin bertambah, YASALTI pun tergerak untuk membantu mengatasi masalah penyakit DBD yang ada di Sumba Timur, YASALTI bertindak cepat untuk melakukan kegiatan sosialisasi dan praktek Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), acara dibuat pada hari Kamis-Jumat, tanggal 17-18 Desember 2019 bertempat di Kantor Kelurahan Hambala. Kegiatan hari pertama diisi dengan sosialsisasi materi terkait PHBS dan hari kedua terkait dengan praktek PHBS. Adapun yang menjadi pembicara kegiatan tersebut adalah ibu Meriyati Hambabaju, dari Dinas kesehatan dan beliau menjabat sebagai Kepala Seksi Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat.

Yasalti merasa penting untuk membuat acara PHBS yang tentu mempunyai hubungan sangat relevan terkait dengan kondisi kesehatan kita,seringkali banyak masyarakat yang tidak patuh atau mengabaikan terkait dengan gerakan PHBS, seperti tidak mencuci tangan sebelum makan, tidak mempunyai jamban di rumah. Penyakit malaria atau demam berdarah yang saat ini sedang menggemparkan Sumba Timur, salah satunya disebabkan karena kesadaran masyarakat untuk mau melakukan PHBS dalam kehidupannya maupu keluaraga. Masih banyak terdapat sampah-sampah berserakan disekitar rumah, tidak menguras air bak yang sudah kotor, dan lain sebagainya. Jelas Plt direktris YASAL, Rambu Wasak Loda, atau yang sering disapa Rambu Gega

Lebih lanjut Rambu Gega menuturkan diskusi yang dibuat oleh YASALTI kali ini selain untuk mensosilasisakan terkait PHBS, YASALTI juga mengajak semua lapisan masyarakat untuk membantu saudar-saudarai kita yang difabel dalam PHBS mereka, kasihan mereka dengan keterbatasan fisik yang mereka alami tentu menjadi sulit bagi mereka untuk menerapkan PHBS, oleh sebab itu dalam diskusi kali ini kami mengundang orangtua atau keluaraga dari difabel, para difabel, tomasyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan kader RBM untuk mau terlibat membantu saudara-saudara kita yang difabel terkait dengan PHBS mereka. Sebagai contoh orangtua atau keluaraga dari difabel harus selalu memperhatikan PHBS dari difabe,para tokoh masyarakat dan pemuda bisa membuat aksi bersih desa atau kelurahan bersma-sama masyarakat untuk terhindar dari berbagi penyakit, karena lingkungan yang bersih berpengaruh erat dengan sehat tidaknya seseorang.

Ibu Meriyati Hambabaju yang menjadi nara sumber dalam acara yang dibuat oleh YASALTI terkait PHBS menuturkan hakikat kesehatan itu pada dasarnya adalah PHBS, jika ingin sehat salah satu indikator utamanya adalah terkait PHBS. Ada 10 indikator PHBS yang harus diterapkan dalam rumah tangga kita yaitu:

1. Selalu mencuci tangan kita saat hendak melakukan kegiatan mapun selesai kegiatan, ini sangat penting karena sumber penyakit banyak berasal dari tangan kita sendiri.

2. Makanlah makanan dengan gizi seimbang. makanan yang bergisi seperti jangan banyak mengonsumsi nasih yang banyak, perbanyaklah mengkonsumsi sayur-sayuran serta buah-buahan.

3. Jangan kita menggali sumur dekat lubang WC, jarak terdekat sumur dengan lubang WC 10 meter.

4. Hindari merokok didalam rumah karena asap dari bahaya merokok sangat berbahaya jika dihirup oleh anak-anak, lebih bagus lagi kalau kita mau berhenti merekok.

5. Selalu membawa bayi ke posyandu untuk mnegetahui kondisi kesehatan si bayi.

6. Setiap rumah harus mempunyai jamban yang layak digunakan artinya harus bersih.

7. Harus rajin berolahraga, dengan berolahraga kita akan lebih segar dalam bekerja, dan sangat bagus untuk kesehatan. 8. Memberikan ASI cukup bagi bayi. Bayi yang baru lahir sangat membutuhan ASI agar bayi terhindar dari penyakit

9. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Pemberantasan sarang nyamuk dilakukan dengan mneguras air bak agar selalu bersih, menimbun sampah, dan lain sebagainya.

10. Rumah memiliki fentilasi. Rumah sebaiknya memiliki sirkulasi udara yang bagus, rumah yang pengab atau kurang memiliki fentilasi akan berakibat pada kesehatan. (Rudyolof Imanuel Malo Pinda)