Peduli Anak Pekerja Migran Yasalti Bagi Tas di Dua Desa

 

   

     Yayasan Wali Ati Sumba Timur bekerjasama dengan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA), membagikan tas sekolah bagi 152 anak pekerja migran yang orang tuanya baik ayah mapun ibu bekerja diluar pulau Sumba baik dalam maupun luar negeri. Pembagian tas dilakukan di 2 desa yakni desa Watu Hadang – Kecamatan Umalulu, dan desa Lai Hau yang bertempat di kecamatan Lewa Tidahu. Tas yang dibagikan kepada anak-anak yang menempuh pendidikan SD – SMA. Pembagian tas dilakukan pada tanggal 13 September 2018 di Desa Watu Hadang dan tanggal 14 September di desa Lai Hau.

     Rambu Wasak Lodang atau yang sering disapa Gega oleh masyarakat desa dan merupakan koordiantor program di Yayasan Wali Ati menuturkan, “program bantuan tas kepada kedua desa Watu Hadang dan Lai Hau merupakan hasil kerja sama KPPA dan Yayasan Wali Ati. Pada bulan April 2018 tim dari KPPA dari Jakarta mengunjungi Kabupaten Sumba Timur, untuk melihat perkembangan anak-anak pekerja migran yang ada di wilayah kerjanya Yayasan Wali Ati. tim KPPA mengajak Yayasan Wali Ati untuk bekerja sama membantu anak-anak pekerja migran, karena salah satu fokus kegiatan Yayasan Wali Ati juga melakukan pendampingan kepada anak-anak pekerja migran.

     Lebih lanjut Gega mengatakan, terpilihnya kedua desa Watu Hadang dan Lai Hau yang anak-anaknya memperoleh tas, karena kedua desa tersebut merupakan desa binaan dari Yayasan Wali Ati, dan kedua desa tersebut juga dari data yang dihimpun oleh Yayasan Wali Ati banyak terdapat anak-anak pekerja migran. Dengan adanya pembagian tas kepada dua desa binaan, kami dari Yayasan Wali Ati mengharapkan semangat anak-anak untuk sekolah dan mengenyam pendidikan menjadi lebih baik dan penuh semangat, kerena kita tahu bersama masih diberbagai desa masih yang anak-anaknya tidak mempunyai tas, sehingga buku mereka cepat rusak mapun hilang, karena tidak mempunyai tempat simpan yang baik dan bagus.

     Umbu Ndilu yang merupakan salah satu anak kelas 6 SD yang mendapatkan tas di desa Watu Hadang, mengatakan, saya sangat gembira sekali punya tas baru, dan tas ini saya lihat sangat kuat sekali, saya pun menjadi semangat untuk kesekolah. Dulu waktu kesekolah saya hanya membawa buku karena tidak memiliki tas, alhasilnyapun setelah pulang sekolah pena, pensil maupun buku saya sering hilang, dan buku juga sering rusak. Sekarang dengan adanya tas baru ini saya berharap perlengkapan untuk menulis bisa saya rawat dengan baik.

     Yuliana Hunggu Lewa, salah satu orang tua yang anaknya mendapatkan tas dan juga merupakan salah satu pengurus forum peduli anak,yang dibentuk oleh Yayasan Wali Ati di desa Watu Hadang, “menuturkan saya sangat senang sekali dengan adanya bantuan tas yang diberikan oleh KPPA bekerjasama dengan Yayasan Wali Ati, ini sangat membantu sekali anak saya dalam perlengkapan sekolahnya.”

     Setelah ditanya lanjut lagi mengapa sampai mau menjadi pengurus forum peduli anak di Desa Watu Hadang? Yuliana mengatakan “bahawa saya sebagai masyarakat desa harus mengambil bagian dalam pembangunan desa saya, salah satu yang bisa saya lakukan adalah bergabung dalam forum peduli anak yang dibentuk oleh yayasan wali ati. Saya sangat berterimakasih kepada Yayasan Wali Ati yang sudah banyak melakukuan pendampingan dan memberikan bantuan kepada desa kami khususnya bagi anak-anak pekerja migran dan anak – anak umum lainnya. Oleh sebab itu saya tidak bisa membiarkan Yayasan Wali Ati bekerja sendiri dalam melakukan pendampingan di desa saya. Saya juga sangat peduli kepada kemajuan pendidikan anak-anak di Desa Saya, bahwa sudah seharusnya anak-anak zaman sekarang harus betul-betul belajar dengan giat dan mampu menguasai perkembangan teknologi. (Rudyolof Imanuel Malo Pinda)