Workshop tentang persoalan Kekerasan Terhadap Perempuan

Yayasan Wali Ati ( Yasalti ) merupakan kontak Komnas Perempuan Jakarta di Sumba. Pada bulan Oktober tahun 2013 yang lalu Komnas Perempuan telah melakukan Pemantauan Kekerasan terhadap Perempuan Kelompok Penghayat Kepercayaan dan Agama Leluhur. Bertempat di aula hotel elvin Komnas Perempuan melakukan Workshop tentang persoalan Kekerasan Terhadap Perempuan dan menggali trend yang berkembang di Sumba. Selain itu dilanjutkan dengan Sosialisasi Laporan dan Pemiskinan atau yang lebih dikenal dengan “ Pencerabutan Sumber-sumber Penghidupan”. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari yaitu tanggal 21 dan 22 Oktober 2014. Kegiatan ini di hadiri oleh Peserta  dari 4 Kabupaten di sumba ( Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, Sumba Barat Daya )
Peserta yang hadir berasal dari : Lembaga Penegak Hukum,  Rumah Sakit, Women’s Crisis Center, P2TP2A; LSM Mitra Yasalti yang juga Konsen terhadap isu kekeresan,, Lembaga pemerintah ( Bappeda, BPM, BPPKB), DPRD,Tokoh Masyarakat, Tokoh Perempuan.
Adapun tujuan dari WORKSHOP Sosialisasi CATATAN TAHUNAN dan Instrumen CATAHU 2014 Kegiatan ini bertujuan untuk :
–    Menyamakan persepsi tentang jenis dan bentuk kekerasan terhadap perempuan dan upaya pendokumentasian yang   selama ini dilakukan masing-masing lembaga
–    Sharing dan sosialisasi tentang upaya pendataan dan pendokumentasian tentang kekerasan terhadap perempuan yang dikembangkan Komnas Perempuan
–    Konsultasi dan masukan-masukan atas instrumen serta data KTP dengan lembaga mitra di daerah
–    Masukan untuk tindak lanjut upaya pengumpulan data untuk catatan KTP
Workshop ini akan berlangsung selama dua hari, dan akan berfungsi sebagai wadah bagi Komnas Perempuan dan mitra untuk mengkonsolidasikan inisiatif penyusunan data catatan tahunan tentang kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. Alur pelaksanaan workshop, mencakup:
Tujuan Sosialisasi Laporan Perempuan dan Pemiskinan
Tujuan utama dari pelaksanaan sosialisasi laporan Perempuan dan pemiskinan adalah untuk mensosialisasikan hasil Laporan Perempuan dan pemiskinan kepada public yang lebih luas terutama untuk wilayahTimur Indonesia terutama Pulau Sumba. Pulau Sumba dipilih karena pulau Sumba merupakan lokasi di mana Komnas Perempuan paling sedikit mempunya mitra kerja sama.
    Kegiatan ini di fasilitasi oleh Arimbi Heropoetri, dan Dwi Ayu Kartika Sari dari Komnas Perempuan.
Keterlibatan Peserta workshop dan sosialisasi sangat aktif di mana terlihat dari setiap peserta  yang memberikan tanggapan dan sharing pengalaman yang di terjadi dan dialami.
Kesimpulan yang dapat diambil dari tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah agar ada kerja sama antara Komnas Perempuan dan Stake Holder yang berada di sumba dalam soal bagaimana tindakan yang dilakukan unutk mengurangi bahkan meniadakan setiap bentuk kekerasn yg terjadi..