Tiga Gunung di Pulau Sumba NTT dijadikakan Festival “Waihumba”

Tiga Gunung di Pulau Sumba NTT dijadikakan Festival “Waihumba”

“Tiga Gunung ini memiliki sumber daya alam yang sangat besar, seperti mata air yang besar dan tambang emas”.  
Waingapu, Beritalima.com. Festival tiga gunung di pulau Sumba NTT yaitu ; Gunung Wanggameti, Yawilla dan Tanadaru adalah salah satu upaya untuk melestarikan kembali budaya Sumba (Humba) dalam konteks pelestarian dan perlindungan alam dari pengrusakan serampangan.
Tiga gunung ini adalah; gunung wanggameti yang terletak di Sumba Timur, Yawilla di Sumba barat daya sedangkan Tanadaru di Sumba tengah. “Festival tiga gunung waihumba, ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap nenek moyang orang sumba atau mendekatkan kembali manusia dengan sang pencipta alam semesta, ini sangat terinspirasi”. Papar ketua panitia festival waihumba tiga, Umbu Wulang T Paranggi
Dia juga mengatakan, festival waihumba tiga gunung ini, kami juga mengundang dari beberapa elemen masyarakat, LSM, instansi pemerintah serta perwakilan dari Asia Foundation untuk menyaksikan acara tersebut yang diselenggarakan di Desa Ramuk Kab. Sumba Timur-NTT selama 4 (empat) hari dari tanggal 9-12 Oktober 2014.
“. Dalam festival ini terbuka untuk umum, kalau yang punya komitmen pada pelestarian lingkungan hidup atau kearifan lokal orang sumba, pengunjung atau peserta bisa membawa bekal atau pangan lokal seperti; umbi-umbian, jagung, beras,sayuran dan ayam.. yah, ini kita sesuaikan dengan kemampuan yang ada”. Ujar Umbu.
Salah seorang aktivis yang juga Anggota DPRD Kab. Sumba Timur, Yonathan Hanny, mengatakan, tiga gunung ini merupakan kawasan utama di pulau sumba yang di identik dengan Air (wee). “Ini terbukti dengan semua daerah utama di kabupaten menggunakan Wai atau Wee (Air), jadi kalau di Sumba Timur dengan Waingapu, Sumba Barat dengan Waikabubak, Sumba Barat dengan Waitabulla yang sekarang menjadi Tambolaka”., ungkapnya
Namun Air merupakan entitas peradaban budaya orang Humba (sumba) tapi seolah-olah dilupakan dalam pembangunan, karna pembangunan telah banyak merusak peradaban budaya Humba (Sumba ) yang identik dengan Air, sehingga pembangunan mulai rusak kawasan tiga gunung yang merupakan penyuplai air terbesar di pulau ini, padahal tradisi ini sangat kental dengan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan.
“. Jadi di tiga gunung ini sudah banyak kawasan-kawasan tangkapan air yang mulai dirambah dan dirusak fungsinya dengan melakukan penebangan hutan secara eksploitatif dan juga dimasuki oleh industri tambang”. Jelas pemuda pemerhati lingkungan hidup
Demikian pula pewakilan dari Yayasan Wali Ati (Yasalti) Kab. Sumba Timur, M H Budin, ketika mengikuti festival, mengungkapkan; festival waihumba tiga gunung ini, adalah jembatan alternatif untuk mempersatukan kembali orang sumba “. Jadi bukan hanya orang sumba dikawasan itu saja yang tau, tetapi semua orang sumba yang berada di pulau sumbapun harus mengetahuinya, sehingga dapat bersatu dan satu tujuan yang sama untuk melestarikan budaya dan lingkungan alam, sehingga tidak ada pembangunan eksploitasi/eksplorasi tambang dan penebangan hutan di kawasan itu, kami sangat prihatin persoalan itu”. ujarnya         
Camat Pinupahar, Andreas Marumata., ketika dikonfirmasi, festival tiga gunung di Sumba adalah kali yang ketiga sebelum tahun lalu pada bulan Oktober 2012 silam, itu diselenggarakan di sungai paponggu kawasan pegunungan Tanadaru (Sumba Tengah) dan di Waijewa (Sumba Barat Daya), festival ini juga dikemas dengan rasa syukur dan ibadah kepada Tuhan, “. Jadi festival ini sebagai pesta rakyat dan sebagai proses kampanye budaya serta kampanye pelestarian lingkungan di Pulau Sumba. Katanya. (Bud)