Yasalti Gelar Sosialisasi di Dua Kecamatan

Sumba Timur, NTT (Citra Indonesia News) Strategi yang dilakukan Yayasan Wali Ati Kab. Sumba Timur NTT ( Yasalti ) dalam rangka melakukan kegiatan sosialisasi pentingnya legal identity di Dua Kecamatan yakni ; Kec. Wulla Wejelu dan Kec. Kanatang adalah langkah awal untuk menyikapi data kependudukan di Kab. Sumba Timur karena ketidak pemilikan identitas hukum yang cukup tinggi di dua kecamatan tersebut, ketika itu Yasalti telah menggelar pertemuan konsolidasi pada tanggal 29/10 yang lalu bersama instansi terkait.
Wujud nyata ini adalah bagaimana Yasalti bermitra dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) untuk melakukan Sosialisasi bersama di 2 (dua) Kecamatan “ ini adalah salah satu terobosan Yasalti bersama Disdukcapil untuk melakukan sosialisasi pentingnya legal identity di 11 Desa dan 1 Kelurahan yang dilaksanakan pada tanggal 7/2 hingga 26/2 lalu dengan peserta yang hadir adalah dari Tokoh kunci, seperti dari Tokoh masyarakat, Adat, Agama dan pemuda serta warga masyarakat ”. Hal itu disampaikan Direktur Yasalti Ninu Rambu W Lodang kepada Wartawan.

Tujuan Yasalti dalam melakukan kegiatan Sosialisasi pentingnya legal identity di 2(dua) Kecamatan adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Desa, betapa pentingnya memiliki identitas diri, karna persoalan ketiadaan identitas diri akan menghalangi anak dan perempuan dari akses pelayanan hak dasar seperti mendapatkan hak pendidikan, kesehatan dan ekonomi, jelasnya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil, Kab. Sumba Timur NTT, Kristofel A Praing, ketika dikonfirmasi via sms, mengatakan. Ia sangat merespon kegiatan sosialisasi pentingnya Legal Identity yang di selenggarakan oleh Yasalti dan termasuk Kecamatan dan Desa yang turut berperan aktif dalam melakukan kegiatan itu “. Saya pikir ini suatu kewajiban untuk memiliki Identitas setiap orang karna pemerintah telah mengeluarkan UU No.24 Tahun 2013 atas perubahan UUNo.23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan, Ini banyak pembelajaran yang di peroleh masyarakat Desa, ketika masyarakat atau Desa meresponnya sejak sosialisasi di laksanakan, kalau saya melihat persiapan di setiap Desa cukup bagus dan sangat Antusias, karna ketulusan dari Yasalti untuk menyelenggarakan Sosialisasi pentingnya Legal Identity bagi orang miskin anak dan perempuan” ungkapnya.

Kris juga menambahkan, kalau kita kaitkan dengan Data Kependudukan Kab. Sumba Timur, dimana jumlah pasangan yang sudah menikah adalah 89.140 pasang, sedangkan yang memiliki Akte Nikah dalam data base 3.514 pasang, ini masih terdapat 85.626 pasang yang belum memiliki Akte Nikah. Sedangkan jumlah anak usia 0-34 tahun, berjumlah 160.643 anak, sedangkan yang memiliki Akte kelahiran dalam data base 32.393 anak, sedangkan yang belum memiliki Akte kelahiran berjumlah 128.250 anak.

“Nah, ini sangat prihatin buat kami, untuk di tindak lanjuti sesuai Peraturan Daerah No. 7 Tahun 2010 tentang Penyelenggara Administrasi Kependudukan , maka peran yang diambil oleh Yasalti adalah mewujudkan peraturan Daerah, karna itu adalah bentuk dukungan untuk menyebarluaskan informasi hukum melalui Sosialisasi Pentingnya Legal Identity di 2(dua) Kecamatan. Saya pun berpikir bahwa untuk melakukan ini semua tidak mungkin kita (birokrasi) berjalan sendiri tanpa bekerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyakat (LSM) yakni Yasalti”. tandasnya